Halo, ini Jiyong Big Bang.!!^^
Aku tahu ini terlambat, selamat tahun baru dan ku harap semuanya sehat.
Pertama, orang-orang yang aku paling berterima kasih adalah fans
kami dan staf yang membantu kami untuk berhasil menyelesaikan tur dunia
Big Bang 2012. Tepuk tangan tepuk tangan tepuk tangan!! Kalian bekerja
keras~!! Mohon urus kami selama konser Korea juga, ^^
Sekarang~ apa kisah menyenangkan yang dapat aku bagi hanya di
‘Star Column’ ini? Aku berpikir sejenak, dan aku menyadari bahwa tur
dunia Big Bang bukanlah jadwal rutin melainkan pengalaman perjalanan.
Jadi jika aku melihat kembali, semuanya yang tersisa untukku adalah
kenangan menyenangkan. Dari semua kenangan tersebut, aku akan
memberitahu kalian sebuah kenangan spesial~ Ini singkat, namun kuat,
jadi nantikanlah!! ^^
Hal pertama yang aku ingat adalah hal yang terjadi bersama Dara noona di Filipina.
Dara 2NE1 noona datang jauh-jauh ke Filipina hanya untuk menonton konser kami di sana. (Noona~ Terima kasih!!^^)
Karena noona sangat aktif di Filipina, kami pikir ia akan punya
banyak pengetahuan mengenai Filipina. Bahkan sebelum kami sampai di
Filipina, para member, termasuk aku, terus memintanya untuk membawa kami
ke tempat yang bagus. Pada akhirnya, Dara noona berkata ia tahu
restoran besar, dan menyarankan kami semua untuk makan di sana. Jadi
kami memutuskan untuk makan! di luar! bersama semua 5 member untuk
pertama kalinya di luar negeri. Para member manajer hyung, staf, dan
bahkan tim pengawal semuanya pergi (ke sana)!! Karena itu pertama
kalinya makan bersama di luar di negara lain, semuanya berdandan dan
kami mengikuti Dara noona. ^^
Pada awalnya, kami semua heboh, jadi kami berbicara mengenai ini
dan itu, menikmati pemandangan di luar, dan kami merasa seperti sedang
karya wisata. Dara noona berkata kami harus pergi sedikit ke arah
pinggiran kota, jadi kami tahu mengenai itu, namun kami hanya tetap
berjalan~ berjalan~ dan berjalan.
Pada akhirnya kami tertidur satu per satu, dan mulai gelap di luar. (Aku
mendengar ini di kemudian hari, Dara noona berkata ia gugup kala itu.
Tak ada dari kami yang tahu karena kami berada di mobil yang berbeda…
ㅠㅠ)
Jadi kami sampai di restoran terbuka setelah 2 jam lamanya. Itu
rupanya adalah sebuah restoran dimana kalian dapat menikmati pemandangan
bagus di siang hari, dan matahari tenggelam (terlihat) menakjubkan dari
restoran. Na.mun. kami terlambat pergi, jadi ketika kami sampai sudah
sore gelap… Pada akhirnya kami harus makan dalam kegelapan. Bbarabam~!
(versi Dara noona^^) Namun karena itu adalah restoran terkenal, kami
makan makanan yang direkomendasikan Dara noona pada kami, dan berbicara
mengenai banyak hal. Kami punya waktu yang bermakna. (Foto botol bir
panjang~ yang aku ungkap adalah dari sini~ Kalian tahu, kan??)
Fakta lain yang mengejutkan adalah kami mendengar setelah kami
hampir selesai makan! Restoran yang sama punya cabang lain yang
bertempat hanya 5 menit dari hotel tempat kami menginap… Bbarabam…..
keke.
Namun aku tak menyesal makan makanan enak dan menghabiskan waktu menyenangkan melalui semua percakapan.
Hanya.. jika kalian menyingkirkan fakta bahwa butuh waktu 2 jam untuk sampai di sana… ^^;
Dara noona!! Terima kasih atas kenangan yang baik! Terima kasih~!!! ^^
Juga, ini bukan karena kami punya episode spesial, namun aku juga
ingat menginap di London sebentar setelah konser untuk berkeliling.
Aku merasakan banyak hal ketika berkeliling ke tempat ini dan itu di
London, dan aku bertemu fans yang mengenaliku di sana… Itu bukan jadwal
resmi jadi aku berhadapan dengan banyak masalah karena aku tak
mempersiapkan perjalanan tersebut dengan baik, namun itu adalah waktu
yang memberikan kenangan baik.
Kami selalu bergerak cepat dalam mobil jadi aku tak pernah
benar-benar punya kesempatan untuk berjalan-jalan, jadi aku senang
berjalan-jalan dengan santai, keliling kota, dan berbicara mengenai ini
dan itu dengan staf. Aku juga suka makan makanan pinggir jalan dan
membuat kenangan baik. ^^
Aku tak bisa tinggal lama karena jadwalku selanjutnya, namun jika aku mendapat kesempatan aku ingin pergi lagi^^
Big Bang selalu suka makan makanan enak. Khususnya ketika kami pergi
ke sebuah negara, kami selalu makan makanan khas paling tidak sekali.
Di Singapura, sepanjang waktu kami tinggal di sana, kami makan hidangan
kepiting setiap kali makan, jadi aku hampir muak dengan kepiting yang
dulunya sangat aku cintai. Hahaha ^^; (Namun jika kami pergi makan lagi,
aku akan memakannya!!)
Namun restoran jenis lain yang selalu kami cari adalah restoran Korea~!
Kalian bahkan bisa mengatakan bahwa kami lebih banyak makan makanan
Korea ketika kami di luar negeri, karena kami makan makanan Korea paling
tidak sehari sekali.
Terkadang, ketika kami pergi ke restoran Korea di luar negeri, rasanya
bahkan lebih enak dibanding restoran-restoran di Korea, jadi banyak hal
yang membuat kami terkejut ^^
Satu dari banyak hal yang selalu kami lakukan sebelum konser adalah
kami selalu mengisi diri kami dengan lauk pauk dan kimchi yang kami bawa
dari Korea bersama dengan makanan spesial yang dimasak koki untuk kami.
Ini kesempatan lain dimana aku berterima kasih pada staf yang mengurus
kami bahkan detail terkecil sehingga kami bisa melakukan yang terbaik di
atas panggung tak peduli kapan dan dimana. ^^
Ah!! Ini bukan kenangan dari negara tertentu, namun panggung konser.
Ketika konser mulai, di belakang panggung menjadi kacau seperti
medan perang~ Karena kami harus ganti, mengulang makeup, dan berdiri
kembali di atas panggung dalam hitungan detik layaknya tak ada yang
terjadi. Banyak staf dan member yang bergerak dan membuat keributan.
Jadi ada satu hal yang selalu kami lakukan dalam kekacauan itu, dan itu
adalah memastikan untuk menonton panggung solo Seungri!!
Youngbae dan Daesung khususnya bisa dibilang cute ketika
mereka berjalan keluar dari ruang ganti cepat meskipun mereka belum
siap secara penuh dan duduk di depan monitor untuk menonton panggung
Seungri..?^^
Bagi kami, Seungri masih selalu seperti maknae kami, dan apapun yang ia
lakukan, cute. Jadi kami memantau panggung solo Seungri sudah menjadi
program bagi kami.
Semacam keren untuk melihatnya muncul dengan sangat kerennya, namun
pasti hanya kami yang merasa bahwa itu semacam cute juga~? ^^ (fans
Seungri~ Jangan salah paham~! Seungri adalah member yang selalu keren
bagi kami, juga!!^^)
Ketika konser berakhir, kami berkumpul bersama untuk membicarakan
tentang konser hari itu. Ketika kami berbicara mengenai penerimaan
penggemar, dan hal-hal lucu yang terjadi di atas panggung yang hanya
kami yang tahu, jadi kami tetap berada di ruang tunggu untuk waktu yang
lama setelah konser berakhir. Meskipun kami hanya punya member pria,
ketika kami bersama, kami mengobrol tanpa henti ^^;
Para member selalu berbicara tentang liburan dengan satu sama lain,
dan bagiku itu sedikit lebih spesial karena terasa seperti aku liburan
dengan para member. Karena ada banyak hal dimana kami tak bisa
meninggalkan hotel, kami selalu akan bermain di kolam renang hotel atau
mengobrol di kamar untuk bermain. Aku tak bisa bertemu mereka karena
aktivitas solo-ku dan aktivitas luar negeri, dan kami mampu mengisi
waktu bersama kami melalui kesempatan ini. Aku merasa aku menjadi lebih
dekat dengan para member~^^ (Tentu, mereka dekat denganku seperti
keluarga, dan bahkan lebih dekat dibanding keluarga ^^)
Bertemu dengan orang-orang besar, pergi ke tempat keren, makan
makanan enak, dan memiliki percakapan yang hebat.. Ku pikir itu adalah
hal yang paling aku pelajari melalui tur ini, dan aku bisa mengatakan
aku senang dengan hal-hal itu saat ini!^^
Kisah Jiyong selesai~!!!
yuliakula
full of my dream
Entri Populer
-
Everything about you is so surprise Gue kira hidup gue udah berakhir pasca gue putus dari Rama. Keterpurukan gue karna gue ngga pernah dapet...
-
Aku udah mutusin buat ikhlas nerima perjodohan dari mama sama papa. Walaupun awalnya aku menolak, tapi setelah banyak pertimbangan akhirnya ...
Sabtu, 02 Februari 2013
Minggu, 27 Januari 2013
LOVE SONG
Seorang gadis
semakin menjauh
Pria itu bernyanyi, tetapi air mata keluar dari matanya
Putus
Pria itu bernyanyi, tetapi air mata keluar dari matanya
Putus
Aku tidak
bisa menyentuhmu, aku tahu
Aku jatuh, tangkap aku
Aku jatuh, tangkap aku
Aku benci
lagu cinta ini.
Aku tidak ingin bernyanyi lagi
Jadi aku tidak memikirkanmu, jadi aku bisa melupakanmu
Aku benci lagu cinta ini, bernyanyi sambil tersenyum
jadi dia tidak akan kesepian
Aku tidak ingin bernyanyi lagi
Jadi aku tidak memikirkanmu, jadi aku bisa melupakanmu
Aku benci lagu cinta ini, bernyanyi sambil tersenyum
jadi dia tidak akan kesepian
sekarang padamu,
aku...
Aku takut, dunia ini tidak ada artinya
Bawa aku di mana ada bintang dan bulan,
Di mana kau
berada
Kita berdua
indah, kau tahu
Kau mengajariku bagaimana mengasihi
Kau mengajariku bagaimana mengasihi
Hangatnya
sinar matahari dan dunia yang berbeda
Layar gantung yang terbuat dari alang-alang menari sedih
Di atas bukit hijau aku terus membayangkan percakapan
Aku tidak seharusnya dengannya
Layar gantung yang terbuat dari alang-alang menari sedih
Di atas bukit hijau aku terus membayangkan percakapan
Aku tidak seharusnya dengannya
Kesunyian itu,
langit tanpa ekspresi
Kau harus tersembunyi di balik awan putih, kau harus berubah menjadi bintang
Mata tertutup,
Kau harus tersembunyi di balik awan putih, kau harus berubah menjadi bintang
Mata tertutup,
Aku merasakan
nafasku,
Aku memimpikan
mimpiku
Senyum dihapuskan dimulutku
Senyum dihapuskan dimulutku
Sekarang aku
bernapas denganmu
Waktu, berhentilah. Jangan pisahkan kami
Masih berdiri dalam angin
Waktu, berhentilah. Jangan pisahkan kami
Masih berdiri dalam angin
Jumat, 02 November 2012
-Ugly-
Gue nunggu panggilan buat
diwawancara. Satu jam hampir lewat. Tapi antrian masih sangat panjang. gue
menyeka keringat yang perlahan akan menetes dikening gue. Aneh, perusahaan
besar yang punya cabang dimana-mana ini sama sekali ngga punya AC. Belum lagi
tempatnya yang terpencil dan bikin gue harus keliling seharian. Kayak
perusahaan yang ngga punya hari esok.
“Panas banget yah,..” gue nyoba
buka pembicaraan sama cewek tinggi di samping gue.
Dia ngeliat gue sesaat dan
mengangguk mengiyakan. Tanpa berkata apa-apa.
Jutek banget, fikir gue.
“Karna Tada Cahaya,.” Panggil
seseorang yang menyatakan dirinya sekretaris.
Itu gue. gue berusaha
mempersiapkan diri supaya wawancara ini ngga gagal cuman karna kebiasaan gugup
gue yang biasanya kambuh kalo udah ngeliat cowok ganteng. Gue menghirup nafas
gue dan membuangnya. Dan gue siap!
Memasuki ruangan yang dari mulai
ambang pintu aja udah gue rasa kayak ada di kutub utara saking dinginnya. Dan
saat gue udah duduk, gue ngeliat jelas kalo tiga cowok yang ada dihadapan gue
ganteng semua. Ugh!! Gatau deh sebenernya gue lagi kena sial atau lagi kena
keberuntungan. Jantung gue mulai dag dig dug ga menentu.
“Karna Tada Cahaya,.?” Tanya si
orang pertama.
“Ya.”
“Punya pengalaman kerja?”
“Belum pak,”
“Keahlian?” tanya si orang kedua.
“Saya bisa mengoperasikan
komputer dengan baik pak. Dari mulai microsoft word, exel, power point saya
bisa semua pak.”
“Tapi kami membutuhkan seorang
sales. Yang akan berjalan 9 jam setiap hari. Menawarkan barang ke setiap rumah.
Tidak membutuhkan keahlian anda sama sekali.” Si orang ketiga berkata tegas
bahkan terkesan seperti marah.
“Saya yakin saya bisa pak”
“Tapi maaf, anda bukan orang yang
kami cari. Anda kekurangan sesuatu hal yang sangat penting untuk bidang ini.”
Gue lemes. Mata gue hampir
memerah. Hati gue panas. Gue kayaknya dipanggil cuman formalitas aja. Gue rasa
ketiga cowok ganteng itu emang niat ngga akan nerima gue dari awal gue masuk ke
ruangan mereka.
Setelah keluar dari ruangan
wawancara, gue lari ke toilet dan mencuci muka gue. saat gue ngeliat wajah gue
di cermin toilet, gue ngerasa mungkin yang dimaksud kekurangan gue yang sangat
dibutuhkan dibidang ini, MUKA GUE??? Karna gue ngga cantik???
Dan gue menjerit sekerasnya.
♥
Dalam perjalanan gue tetep
mikirin apa yang melintas di fikiran gue saat gue ada di toilet tadi. Tentang
wajah gue yang ngga cantik. Yang bikin orang mandang gue sebelah mata, yang
juga bikin orang sama sekali ngga mau mempekerjakan gue. dan gue rasa
orang-orang kayak mereka ngga adil memperlakukan orang lain.
Hati kecil gue tetep semangat dan
seolah berbisik gue pasti bisa. Dan wajah “ngga cantik” gue bukan masalah
besar.
Gue nyari penjual koran disekitar
dan membelinya segera. gue akan nyari kerja lagi dan akan terus gue cari. Gue
ngga akan menyerah sampai disini. Babeh sama umi gue udah pengen gue mandiri.
Terutama soal biaya hidup sendiri.
Ringtone hp gue menjerit
“Halo?”
“Gimana? Lo keterima Kar??? GUE
KETERIMAAA...!!! HAHAHA” Tara berteriak dari tempatnya, bikin gue menjauhkan hp
dari telinga gue saking melengkingnya suara Tara.
“Gue engga Tar.”
“Kan kerjanya jadi sales doang
Kar. Kok bisa ngga keterima??”
“Karna gue jelek”
“Heh!! Lo kok ngongongnya gitu??”
“Emang bener Tar, si bosnya yang
bilang sendiri sama gue”
“Hah?? Serius lo??”
“Engga secara langsung gitu Tar.
Tapi bahasanya jelas banget.”
“Lo sekarang dimana?”
“Dijalan. Mau pulang.”
“Ohh gitu. Kalo gitu udah dulu ya
Kar.”
“Yah”
Gue menekan tombol merah di hp
gue. telfon dari Tarapun berakhir.
Gue membuka koran yang gue beli
sejenak kemudian menutupnya lagi. perasaan gue ngga enak. Bukan karna Tara yang
dapet kerja dan gue engga. Tapi karna gue ngerasa ngga beruntung karna ngga
punya muka secantik Tara yang kata orang mirip nikita willy.
BUKK!! Seseorang nabrak gue.
koran ditangan gue berserakan di trotoar.
“Maaf mbak” ucapnya sopan.
“Ga papa” gue memungut semua
koran gue tanpa ekspresi.
“Mbak ngga papa kan?” katanya
lagi.
“Ngga kok” kini gue ngeyakinin
dia dengan senyum yang dipaksakan.
Cowok itu tersenyum. “Gue Andra”
katanya.
Gue merhatiin cowok didepan gue
ini dari atas nyampe bawah. Rambut cepak, mata sipit, hidung mancung, bibir
tipis, dengan kemeja biru sekaligus dasi juga sepatu yang gue rasa merk
terkenal.
“Kenapa?” tanyanya.
“Lo ngajak gue kenalan?”
Andra menganggukkan kepala.
“Gue Karna.”
♥
Andra kerja di perusahaan swasta
asing yang gue ngga bisa sebutin namanya karna gue emang ngga pinter bahasa
inggris. Andra tahun ini berumur 24. Dia tinggal di jl.Pahlawan no.11. Banyak
banget yang Andra ceritain soal dirinya kemaren. Gue cuman dengerin ocehannya
yang gue rasa ngga masuk akal buat dibagi sama orang yang baru dia kenal
dijalan. Andra aneh, fikir gue.
Kartu nama perusahaan Andra udah
ada di tangan gue. ngedenger gue nyari kerja banting tulang tapi ngga ada
hasilnya, Andra nyaranin gue buat bikin lamaran ke perusahaannya yang kebetulan
lagi open recruitment besar-besaran untuk cabang yang baru akan dibuka tahun
depan.
Tapi pasti ngga gampang masuk
perusahaan asing gini, fikir gue sambil megangin kartu nama yang dikasih Andra.
Dan setelah beberapa saat gue mutusin buat nyoba ngelamar jadi karyawan
minimarket yang akhir-akhir ini juga lagi buka banyak cabang.
♥
“Anda kami terima”
Pernyataan singkat bapak Teddy
itu bikin gue hampir loncat. Akhirnya gue keterima kerja. Meski cuman jadi
karyawan mini market, tapi semoga aja besok lusa gue bisa pelan-pelan naik
jabatan. Gue tersenyum sendiri.
“Terima kasih banyak pak”
Gue ninggalin ruangan pak Teddy
dan berjalan pulang.
“Karna!!” seseorang manggil gue
dari belakang.
Gue nengok dan mendapati Andra
tengah berlari ke arah gue.
Kok dia ada disini?
“Lo dari mana?”
“Gue udah diterima kerja. Heheee”
wajah gue berseri saat gue ngebagi kebahagiaan gue ini. Meski sama si aneh
Andra.
“Kerja dimana?”
“Mini market tadi.”
“Tawaran gue ga lo ambil? Dan lo
malah terima kerja jadi karyawan mini market??”
“Terserah gue dong. Eh makan yuk.
Gue traktir”
Andra tersenyum sempurna dan
mengangguk.
Gue terpaku. Andra, lo ganteng... bisik gue dalam hati.
“Yuk. Gue yang milih tempatnya
yaa” andra narik tangan gue untuk mengikutinya.
♥
Gue nyubit tangan Andra sekuat
tenaga.
“AAWWW,...!!” teriak Andra.
“Lo mau ngerampok gue?? gue bukan
orang kaya!!” gue hampir teriak ke telinga Andra.
“Gue yang traktir” ucapnya
santai.
Andra ngebawa gue ke sebuah
restoran sea food yang untuk masuknya aja gue takut. Gue semakin ngerasa Andra
aneh. Entah apa yang ada diotak cowok ganteng ini. Sikap-sikapnya ngga bisa
ditebak.
“Kar, lo masuk ke perusahaan gue
aja... di mini market lo pasti kerja berat. Di perusahaan gue engga Kar,..”
“Ngga deh. Gue di mini market
aja. Lagian kalo gue kerja keras gue pasti terus naik gaji, terus naik pangkat
juga.”
Andra tersenyum lagi. kali ini
sambil mandangin gue.
“Pemikiran lo simpel banget. Lo
unik tau Kar,.”
“iya, apalagi kalo lo tau nama
panjang gue”
“emang nama panjang lo apa?”
“karna tada cahaya. Lo tau apa
artinya? Karena tiada cahaya alias gelap”
“Karna Tada Cahaya?? Keren banget
nama lo Kar,.”
Kening gue mengkerut. Keren apanya?
“Gue ngga tau kenapa babeh sama
umi gue ngasih nama aneh gitu. Padahal sikap mereka biasa aja kok sama gue.
beda sama sikap orang lain ke gue..” intonasi suara gue melemah.
“Maksud lo?”
“Lo liat gue deh Ndra!! Gue jelek
ya?”
Andra ngakak. Dia ketawa ennaakk
banget. Bikin gue ngga enak hati. Kayaknya Andra lagi bilang kata iya dengan
jelas.
“Ohhh jadi menurut lo gitu?
Jangan-jangan lo ga mau kerja sama gue juga karna alasan ini. Iya??”
Gue menggeleng. “Bukan!!! Kalo
soal itu bukan. Gue cuman ngerasa gue kan lulusan SMA yang ngga punya
pengalaman jadi kalo buat kerja di perusahaan besar tempat lo kayaknya gue ngga
berani. Gue bisa apa coba?”
“Lo fikir kerja cuman butuh
keahlian? Ngga Kar. Kerja tuh cuman butuh satu hal yang lo sebutin tadi, kerja
keras. Dengan kerja keras apapun yang lo ga bisa akhirnya akan lo kuasai.
Keahlian aja ngga cukup. Dan satu lagi, gue juga lulusan SMA kok. Perusahaan
besar malah lebih akan ngeliat kerja keras dibanding keahlian. Orang ahli juga
kalo males tetep aja akan jadi sampah perusahaan.”
Gue terkesima. Detik ini gue liat
di muka Andra kayak ada sinar terang yang mampu nerangin fikiran gue. Apa yang
Andra bilang bener.
“Lo kok baik banget sih Ndra sama
gue? lo orang yang paling cepet bisa deket sama gue. temen-temen gue ngga ada
yang sebaik ini sama gue, segimanapun gue bikin mereka nyaman sama gue...”
Andra lagi-lagi tersenyum ngeliat
gue.
“Mungkin kita jodoh,.” Ucap Andra
santai.
Dan gue cuman diem tanpa tau apa
yang Andra maksud dengan pernyataan singkatnya.
♥
Gue make kemeja yang baru aja gue
beli. Pake rok selutut dan sepatu yang cukup resmi kayak apa yang disaranin
Andra. Ternyata Andra bener. Hari ini gue dipanggil ke perusahaannya buat
wawancara. Gue seneng banget dan ngasih tau babeh sama umi tentang panggilan
kerja di perusahaan besar yang pastinya bergengsi buat ukuran anak lulusan SMA
kayak gue.
Selain babeh sama umi, gue juga
ngasih tau Tara, Keke dan temen-temen gue yang lain. Kali ini gue ngerasa jadi
orang yang paling beruntung dan bisa pamer ternyata seorang gue dengan nama
“Karna Tada Cahaya” yang banyak orang artiin gelap juga bisa masuk perusahaan
besar.
Gue berjalan pasti. Gue ngga akan
ragu kali ini. Gue mau sukses kali ini. Ngga ada yang gue fikirin kecuali masuk
ke perusahaan Andra dan bekerja keras disana. Gue mau sukses.
Semangat gue berkobar kayak lagi
ngerayaian tujuh belas agustusan.
Hal pertama yang gue cari saat
nyampe perusahaan Andra adalah toilet. Gue ngecek penampilan gue di cermin
toilet. Gue cuman butuh percaya diri. Ucap gue mantap dalam hati.
“Karna Tada Cahaya,.”
Akhirnya nama gue dipanggil.
Memasuki ruangan kecil namun
nyaman kemudian Berhadapan dengan seorang wanita dewasa yang gue rasa umurnya
sekitar 30an.
“Saudari Karna?”
“Iya Bu,.”
“Saudari yakin bisa masuk
perusahaan kami?”
Gue terhenyak. Intonasi suara
itu, pedas dan menusuk.
“Iya Bu” gue masih optimis.
Mungkin wanita di depan gue ini cuman nguji keberanian gue. kayak apa yang
Andra bilang ke gue juga.
“Saya tidak yakin.” Masih dengan
intonasi suara yang sama. Tapi kali ini dengan senyuman mematikan. “Anda tidak
bisa saya tempatkan dimanapun. Bahkan untuk menjadi cleaning service.”
Hati gue sakit. Gue ngerti arah
pembicaraan wanita ini.
“Karna saya jelek?” kali ini gue
ngga mau ngabisin waktu lagi.
“Sepertinya anda lebih tau.”
Gue menggigit bibir bagian bawah,
menahan tangis yang mungkin sedetik lagi akan tumpah. Harapan yang gue bangun
susah payah. Kepercayaan diri yang gue yakinin setengah mati hancur dalam waktu
10 detik!!
“Kalau begitu terima kasih atas
waktunya.” Wanita elegan itu menutup pertemuan kami.
“Terima kasih,.”
Gue berjalan cepat. airmata gue
udah jatuh berserakan dipipi gue. hati gue serasa ditusuk-tusuk. Dan semangat
gue meleleh kayak es yang dimasukin air panas.
Andra nunggu gue di depan pintu
masuk. Saat gue keluar dengan berjalan cepat Andra berlari dan mengambil
pergelangan tangan gue hingga langkah gue berhenti.
Gue masih belum mampu berbalik
menghadapi Andra. Air mata gue semakin deras.
“Lo diterima kan?” senyum Andra
menghiasi wajahnya. Tapi kemudian diikuti rasa kaget dan khawatir ia meraih
pundak gue dan akhirnya wajah jelek gue dengan airmata dan muka merah dilihat
Andra. Pemandangan buruk yang sempurna, fikir gue.
Andra tidak mengatakan apa-apa.
Ia hanya membawa gue dalam pelukannya. Membelai rambut gue lembut dan
menyandarkan kepalanya diatas kepala gue.
Gue menangis disana. Gue kecewa,
sakit hati, kesal!!
“Gue..”
“Jangan dulu cerita. Lo harus
tenang. Itu dulu aja...”
♥
Gue menikmati kerjaan gue jadi
karyawan mini market. Setiap hati terlewatkan begitu cepat.
Andra sering mengunjungi mini
market tempat gue kerja. Terkadang Andra beli sikat gigi, makanan, atau cuman
sekedar dateng. Gue sempet pusing ngeliat Andra tiap hari bolak balik dateng ke
mini market, tapi gue juga seneng karna dia selalu dateng.
Hari itu, berlalu begitu saja.
Gue tenang di pelukan Andra. Dan Andra, sepertinya ngerasa bersalah. Dia
meminta maaf dengan caranya, seperti ngunjungin gue tiap hari di mini market
misalnya. Gue ngga nyalahin Andra sama sekali. Gue juga ngga akan menyesali apa
yang udah terjadi. Dari kejadian itu gue tau kapasitas gue, dan gue akan
bekerja keras demi menjadi lebih baik. Meski cuman di sebuah mini market kecil
ini.
“Lo ngapain disini?” gue nemuin
Andra di pintu belakang saat gue mau pulang.
“Jemput lo.”
Andra ngambil pergelangan tangan
gue sekali lagi. kali ini gue ngerasa kayak ada tegangan tinggi yang tepat
nyampe ke hati gue.
“Gue pegang tangan lo ya?”
Gue ngangkat alis.
“Kita jalan kaki sambil ngobrol.”
Gue mengangguk mengerti. Dan
Andra menggenggam tangan gue.
“Gue minta maaf soal,..”
“Gak papa. Gue tau maksud lo
baik. Makasih ya,..”
“Tadinya gue pengen kita sering
ketemu, dengan tempat kerja yang sama. Tapi ternyata gue malah nyakitin lo.
Nyampe lo nangis hebat gitu..”
“Udaahh ga usah dibahas.”
“Kalo gitu gue bahas yang lain
gimana?”
“Apa?”
“Kita”
“Kita?”
Sebuah kecupan manis mendarat di
kening gue.
“Jadi pacar gue Kar,..”
“Gue?”
Andra mengangguk. “Elo. Si jelek
yang gue suka dari pertama ketemu. Si jelek yang bikin gue selalu kangen. Si
jelek yang pelan-pelan gue sayang...”
“Lo bilang gue jelek saat lo
nembak gue??”
Andra ngakak. “Iya, jelek!!”
Gue naik darah. “Bentar, lo bukan
pemilik perusahaan besar tempat lo kerja sekarang kan?”
“Kenapa? Lo ngarep gue yang
punya?”
“Kayaknya gue udah ngerasa lo
kayak cowok kaya yang tiba-tiba jatuh cinta sama cewek miskin. Kayak di drama
korea.”
“Kebanyakan nonton film siihhh.
Gue cuman manajer disana. Ngga lebih. Dan ngga usah ngarepin lebih!!”
“Sayang banget..”
“Apa?”
“Engga.”
“Jadi?”
“Jadi apa?”
“Kar, lo nguji kesabaran gue???”
Gue tersenyum kemenangan. Dan
mengangguk senang.
18 agt 2011
Yuliakula
Angkadu’s story
Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata anak angkadu, kurang lebihnya itu demi kelebay-an semata.hiw
Angkadu,.
Nama ini tertulis di gerbang masuk pondok kita semasa kita
masih sama-sama duduk di kelas 2. Gue masih inget, waktu itu gue muhadhoroh
dikelas rayon a deket wc. Hahaa jujur banget sih gue??. but its real. Ada yang
inget?hee
Nama angkadu tersebar gitu aja dengan kepanjangan angkatan
dua puluh. Anak cewek nyangka nama ini anak cowok yang buat karna nama ini
emang ditulis pake kapur putih di gerbang rayon A yang dulunya emang cuman
terbuat dari papan. Tapi setelah nama ini tersebar dan ada komunikasi
tersembunyi diantara kita (cowok cewek), ternyata nama ini terlahir tanpa
seorangpun yang ngaku kalo nama ini adalah karyanya. Atau, mungkin gue ngga
cukup gaul untuk cuman sekedar tau siapa yang bikin nama ini. Mungkin! Hehew
Angkatan dua puluh bangga akan nama angkadu yang kita semua
sepakat kalo nama ini sempurna dan hebat. Dengan segala kerja keras nama ini
terus membesar hingga kami bangga sebagai angkadu. Meski dibalik nama besar
ini, ada banyak nama yang hidup dengan ceritanya.
Disini, gue, yulianti alias ulil yang bangga jadi anak
angkadu pengen ngebagi inspirasi yang gue dapet dari temen-temen hebat gue,
keluarga sejati gue, guru kedua dalam hidup gue, yang akan selalu teguh sama
motto gilla kita yaitu: bener atau salah, angkadu selalu bener!!!
Setahun pertama bisa dibilang perkenalan. Kita masih
sama-sama culun kalo ngomongin masa ini. Ada yang pernah ngompol dikasur (gue
sendiri), masuk kolam karna maen-maen waktu irsyadat
buya(udah ketahuan lah ya siapa. hehe), ada yang mau bunuh diri ke kolam
yang dalemnya ngga nyampese lutut, yang ngantuk waktu ngelewatin jembatan ampe
kecebur waktu mau sahur, atau yang ngepel mundur ampe kecebur kolam juga.
Mengenang cerita yang belum aja mulai ini bikin gue pengen ngumpul kalian lagi
untuk mengenang tahun-tahun berikutnya ang... (angkadu maksud gue)
Cerita tahun pertama ngga akan lengkap kalo ngga nyeritain
prestasi. Angkadu, untuk ukuran anak paling kecil udah lumayan banget kalo
drama mini aja kita udah juara 3, tagoni juga (soalnya dulu masih beken), trus
si jenius ella yang juga menang muhadhoroh. Woww fantastic baby!! (BIGBANGnya
tetep eksis kkk)
Langganan:
Komentar (Atom)








