Entri Populer

Sabtu, 02 Februari 2013

Jiyong oppa menulis blog di Naver mengenang "BIGBANG ALIVE GALAXI TOUR"

Halo, ini Jiyong Big Bang.!!^^
Aku tahu ini terlambat, selamat tahun baru dan ku harap semuanya sehat.

Pertama, orang-orang yang aku paling berterima kasih adalah fans kami dan staf yang membantu kami untuk berhasil menyelesaikan tur dunia Big Bang 2012. Tepuk tangan tepuk tangan tepuk tangan!! Kalian bekerja keras~!! Mohon urus kami selama konser Korea juga, ^^
Sekarang~  apa kisah menyenangkan yang dapat aku bagi hanya di ‘Star Column’ ini? Aku berpikir sejenak, dan aku menyadari bahwa tur dunia Big Bang bukanlah jadwal rutin melainkan pengalaman perjalanan. Jadi jika aku melihat kembali, semuanya yang tersisa untukku adalah kenangan menyenangkan. Dari semua kenangan tersebut, aku akan memberitahu kalian sebuah kenangan spesial~ Ini singkat, namun kuat, jadi nantikanlah!! ^^
Hal pertama yang aku ingat adalah hal yang terjadi bersama Dara noona di Filipina.
Dara 2NE1 noona datang jauh-jauh ke Filipina hanya untuk menonton konser kami di sana. (Noona~ Terima kasih!!^^)
Karena noona sangat aktif di Filipina, kami pikir ia akan punya banyak pengetahuan mengenai Filipina. Bahkan sebelum kami sampai di Filipina, para member, termasuk aku, terus memintanya untuk membawa kami ke tempat yang bagus. Pada akhirnya, Dara noona berkata ia tahu restoran besar, dan menyarankan kami semua untuk makan di sana. Jadi kami memutuskan untuk makan! di luar! bersama semua 5 member untuk pertama kalinya di luar negeri. Para member manajer hyung, staf, dan bahkan tim pengawal semuanya pergi (ke sana)!! Karena itu pertama kalinya makan bersama di luar di negara lain, semuanya berdandan dan kami mengikuti Dara noona. ^^
Pada awalnya, kami semua heboh, jadi kami berbicara mengenai ini dan itu, menikmati pemandangan di luar, dan kami merasa seperti sedang karya wisata. Dara noona berkata kami harus pergi sedikit ke arah pinggiran kota, jadi kami tahu mengenai itu, namun kami hanya tetap berjalan~ berjalan~ dan berjalan.
Pada akhirnya kami tertidur satu per satu, dan mulai gelap di luar. (Aku mendengar ini di kemudian hari, Dara noona berkata ia gugup kala itu. Tak ada dari kami yang tahu karena kami berada di mobil yang berbeda… ㅠㅠ)

Jadi kami sampai di restoran terbuka setelah 2 jam lamanya. Itu rupanya adalah sebuah restoran dimana kalian dapat menikmati pemandangan bagus di siang hari, dan matahari tenggelam (terlihat) menakjubkan dari restoran. Na.mun. kami terlambat pergi, jadi ketika kami sampai sudah sore gelap… Pada akhirnya kami harus makan dalam kegelapan. Bbarabam~! (versi Dara noona^^) Namun karena itu adalah restoran terkenal, kami makan makanan yang direkomendasikan Dara noona pada kami, dan berbicara mengenai banyak hal. Kami punya waktu yang bermakna. (Foto botol bir panjang~ yang aku ungkap adalah dari sini~ Kalian tahu, kan??)
 

Fakta lain yang mengejutkan adalah kami mendengar setelah kami hampir selesai makan! Restoran yang sama punya cabang lain yang bertempat hanya 5 menit dari hotel tempat kami menginap… Bbarabam….. keke.
Namun aku tak menyesal makan makanan enak dan menghabiskan waktu menyenangkan melalui semua percakapan.
Hanya.. jika kalian menyingkirkan fakta bahwa butuh waktu 2 jam untuk sampai di sana… ^^;
Dara noona!! Terima kasih atas kenangan yang baik! Terima kasih~!!! ^^

Juga, ini bukan karena kami punya episode spesial, namun aku juga ingat menginap di London sebentar setelah konser untuk berkeliling.
Aku merasakan banyak hal ketika berkeliling ke tempat ini dan itu di London, dan aku bertemu fans yang mengenaliku di sana… Itu bukan jadwal resmi jadi aku berhadapan dengan banyak masalah karena aku tak mempersiapkan perjalanan tersebut dengan baik, namun itu adalah waktu yang memberikan kenangan baik.

Kami selalu bergerak cepat dalam mobil jadi aku tak pernah benar-benar punya kesempatan untuk berjalan-jalan, jadi aku senang berjalan-jalan dengan santai, keliling kota, dan berbicara mengenai ini dan itu dengan staf. Aku juga suka makan makanan pinggir jalan dan membuat kenangan baik. ^^
Aku tak bisa tinggal lama karena jadwalku selanjutnya, namun jika aku mendapat kesempatan aku ingin pergi lagi^^

Big Bang selalu suka makan makanan enak. Khususnya ketika kami pergi ke sebuah negara, kami selalu makan makanan khas paling tidak sekali. Di Singapura, sepanjang waktu kami tinggal di sana, kami makan hidangan kepiting setiap kali makan, jadi aku hampir muak dengan kepiting yang dulunya sangat aku cintai. Hahaha ^^; (Namun jika kami pergi makan lagi, aku akan memakannya!!)
Namun restoran jenis lain yang selalu kami cari adalah restoran Korea~! Kalian bahkan bisa mengatakan bahwa kami lebih banyak makan makanan Korea ketika kami di luar negeri, karena kami makan makanan Korea paling tidak sehari sekali.
Terkadang, ketika kami pergi ke restoran Korea di luar negeri, rasanya bahkan lebih enak dibanding restoran-restoran di Korea, jadi banyak hal yang membuat kami terkejut ^^

Satu dari banyak hal yang selalu kami lakukan sebelum konser adalah kami selalu mengisi diri kami dengan lauk pauk dan kimchi yang kami bawa dari Korea bersama dengan makanan spesial yang dimasak koki untuk kami.
Ini kesempatan lain dimana aku berterima kasih pada staf yang mengurus kami bahkan detail terkecil sehingga kami bisa melakukan yang terbaik di atas panggung tak peduli kapan dan dimana. ^^

Ah!! Ini bukan kenangan dari negara tertentu, namun panggung konser. Ketika konser mulai, di belakang panggung menjadi kacau seperti medan perang~ Karena kami harus ganti, mengulang makeup, dan berdiri kembali di atas panggung dalam hitungan detik layaknya tak ada yang terjadi. Banyak staf dan member yang bergerak dan membuat keributan. Jadi ada satu hal yang selalu kami lakukan dalam kekacauan itu, dan itu adalah memastikan untuk menonton panggung solo Seungri!!
Youngbae dan Daesung khususnya bisa dibilang cute ketika mereka berjalan keluar dari ruang ganti cepat meskipun mereka belum siap secara penuh dan duduk di depan monitor untuk menonton panggung Seungri..?^^
Bagi kami, Seungri masih selalu seperti maknae kami, dan apapun yang ia lakukan, cute. Jadi kami memantau panggung solo Seungri sudah menjadi program bagi kami.
Semacam keren untuk melihatnya muncul dengan sangat kerennya, namun pasti hanya kami yang merasa bahwa itu semacam cute juga~? ^^ (fans Seungri~ Jangan salah paham~! Seungri adalah member yang selalu keren bagi kami, juga!!^^)

Ketika konser berakhir, kami berkumpul bersama untuk membicarakan tentang konser hari itu. Ketika kami berbicara mengenai penerimaan penggemar, dan hal-hal lucu yang terjadi di atas panggung yang hanya kami yang tahu, jadi kami tetap berada di ruang tunggu untuk waktu yang lama setelah konser berakhir. Meskipun kami hanya punya member pria, ketika kami bersama, kami mengobrol tanpa henti ^^;
Para member selalu berbicara tentang liburan dengan satu sama lain, dan bagiku itu sedikit lebih spesial karena terasa seperti aku liburan dengan para member. Karena ada banyak hal dimana kami tak bisa meninggalkan hotel, kami selalu akan bermain di kolam renang hotel atau mengobrol di kamar untuk bermain. Aku tak bisa bertemu mereka karena aktivitas solo-ku dan aktivitas luar negeri, dan kami mampu mengisi waktu bersama kami melalui kesempatan ini. Aku merasa aku menjadi lebih dekat dengan para member~^^ (Tentu, mereka dekat denganku seperti keluarga, dan bahkan lebih dekat dibanding keluarga ^^)
Bertemu dengan orang-orang besar, pergi ke tempat keren, makan makanan enak, dan memiliki percakapan yang hebat.. Ku pikir itu adalah hal yang paling aku pelajari melalui tur ini, dan aku bisa mengatakan aku senang dengan hal-hal itu saat ini!^^
Kisah Jiyong selesai~!!!


 


 




Minggu, 27 Januari 2013

LOVE SONG


Seorang gadis semakin  menjauh
Pria itu bernyanyi, tetapi air mata keluar dari matanya
Putus

Aku tidak bisa menyentuhmu, aku tahu
Aku jatuh, tangkap aku

Aku benci lagu cinta ini.
Aku tidak ingin bernyanyi lagi
Jadi aku tidak memikirkanmu, jadi aku bisa melupakanmu
Aku benci lagu cinta ini, bernyanyi sambil tersenyum
jadi dia tidak akan kesepian
sekarang padamu, aku...

Aku takut, dunia ini tidak ada artinya
Bawa aku di mana ada bintang dan bulan,
Di mana kau berada

Kita berdua indah, kau tahu
Kau mengajariku bagaimana mengasihi

Hangatnya sinar matahari dan dunia yang berbeda
Layar gantung yang terbuat dari alang-alang menari sedih
Di atas bukit hijau aku terus membayangkan percakapan
Aku tidak seharusnya dengannya
Kesunyian itu, langit tanpa ekspresi
Kau harus tersembunyi di balik awan putih, kau harus berubah menjadi bintang
Mata tertutup,
Aku merasakan nafasku,
Aku memimpikan mimpiku
Senyum dihapuskan dimulutku
Sekarang aku bernapas denganmu
Waktu, berhentilah. Jangan pisahkan kami
Masih berdiri dalam angin
Surat terakhir yang kukirimkan untukmu

Jumat, 02 November 2012

-Ugly-


Gue nunggu panggilan buat diwawancara. Satu jam hampir lewat. Tapi antrian masih sangat panjang. gue menyeka keringat yang perlahan akan menetes dikening gue. Aneh, perusahaan besar yang punya cabang dimana-mana ini sama sekali ngga punya AC. Belum lagi tempatnya yang terpencil dan bikin gue harus keliling seharian. Kayak perusahaan yang ngga punya hari esok.
“Panas banget yah,..” gue nyoba buka pembicaraan sama cewek tinggi di samping gue.
Dia ngeliat gue sesaat dan mengangguk mengiyakan. Tanpa berkata apa-apa.
Jutek banget, fikir gue.
“Karna Tada Cahaya,.” Panggil seseorang yang menyatakan dirinya sekretaris.
Itu gue. gue berusaha mempersiapkan diri supaya wawancara ini ngga gagal cuman karna kebiasaan gugup gue yang biasanya kambuh kalo udah ngeliat cowok ganteng. Gue menghirup nafas gue dan membuangnya. Dan gue siap!
Memasuki ruangan yang dari mulai ambang pintu aja udah gue rasa kayak ada di kutub utara saking dinginnya. Dan saat gue udah duduk, gue ngeliat jelas kalo tiga cowok yang ada dihadapan gue ganteng semua. Ugh!! Gatau deh sebenernya gue lagi kena sial atau lagi kena keberuntungan. Jantung gue mulai dag dig dug ga menentu.
“Karna Tada Cahaya,.?” Tanya si orang pertama.
“Ya.”
“Punya pengalaman kerja?”
“Belum pak,”
“Keahlian?” tanya si orang kedua.
“Saya bisa mengoperasikan komputer dengan baik pak. Dari mulai microsoft word, exel, power point saya bisa semua pak.”
“Tapi kami membutuhkan seorang sales. Yang akan berjalan 9 jam setiap hari. Menawarkan barang ke setiap rumah. Tidak membutuhkan keahlian anda sama sekali.” Si orang ketiga berkata tegas bahkan terkesan seperti marah.
“Saya yakin saya bisa pak”
“Tapi maaf, anda bukan orang yang kami cari. Anda kekurangan sesuatu hal yang sangat penting untuk bidang ini.”
Gue lemes. Mata gue hampir memerah. Hati gue panas. Gue kayaknya dipanggil cuman formalitas aja. Gue rasa ketiga cowok ganteng itu emang niat ngga akan nerima gue dari awal gue masuk ke ruangan mereka.
Setelah keluar dari ruangan wawancara, gue lari ke toilet dan mencuci muka gue. saat gue ngeliat wajah gue di cermin toilet, gue ngerasa mungkin yang dimaksud kekurangan gue yang sangat dibutuhkan dibidang ini, MUKA GUE??? Karna gue ngga cantik???
Dan gue menjerit sekerasnya.
Dalam perjalanan gue tetep mikirin apa yang melintas di fikiran gue saat gue ada di toilet tadi. Tentang wajah gue yang ngga cantik. Yang bikin orang mandang gue sebelah mata, yang juga bikin orang sama sekali ngga mau mempekerjakan gue. dan gue rasa orang-orang kayak mereka ngga adil memperlakukan orang lain.
Hati kecil gue tetep semangat dan seolah berbisik gue pasti bisa. Dan wajah “ngga cantik” gue bukan masalah besar.
Gue nyari penjual koran disekitar dan membelinya segera. gue akan nyari kerja lagi dan akan terus gue cari. Gue ngga akan menyerah sampai disini. Babeh sama umi gue udah pengen gue mandiri. Terutama soal biaya hidup sendiri.
Ringtone hp gue menjerit
“Halo?”
“Gimana? Lo keterima Kar??? GUE KETERIMAAA...!!! HAHAHA” Tara berteriak dari tempatnya, bikin gue menjauhkan hp dari telinga gue saking melengkingnya suara Tara.
“Gue engga Tar.”
“Kan kerjanya jadi sales doang Kar. Kok bisa ngga keterima??”
“Karna gue jelek”
“Heh!! Lo kok ngongongnya gitu??”
“Emang bener Tar, si bosnya yang bilang sendiri sama gue”
“Hah?? Serius lo??”
“Engga secara langsung gitu Tar. Tapi bahasanya jelas banget.”
“Lo sekarang dimana?”
“Dijalan. Mau pulang.”
“Ohh gitu. Kalo gitu udah dulu ya Kar.”
“Yah”
Gue menekan tombol merah di hp gue. telfon dari Tarapun berakhir.
Gue membuka koran yang gue beli sejenak kemudian menutupnya lagi. perasaan gue ngga enak. Bukan karna Tara yang dapet kerja dan gue engga. Tapi karna gue ngerasa ngga beruntung karna ngga punya muka secantik Tara yang kata orang mirip nikita willy.
BUKK!! Seseorang nabrak gue. koran ditangan gue berserakan di trotoar.
“Maaf mbak” ucapnya sopan.
“Ga papa” gue memungut semua koran gue tanpa ekspresi.
“Mbak ngga papa kan?” katanya lagi.
“Ngga kok” kini gue ngeyakinin dia dengan senyum yang dipaksakan.
Cowok itu tersenyum. “Gue Andra” katanya.
Gue merhatiin cowok didepan gue ini dari atas nyampe bawah. Rambut cepak, mata sipit, hidung mancung, bibir tipis, dengan kemeja biru sekaligus dasi juga sepatu yang gue rasa merk terkenal.
“Kenapa?” tanyanya.
“Lo ngajak gue kenalan?”
Andra menganggukkan kepala.
“Gue Karna.”
Andra kerja di perusahaan swasta asing yang gue ngga bisa sebutin namanya karna gue emang ngga pinter bahasa inggris. Andra tahun ini berumur 24. Dia tinggal di jl.Pahlawan no.11. Banyak banget yang Andra ceritain soal dirinya kemaren. Gue cuman dengerin ocehannya yang gue rasa ngga masuk akal buat dibagi sama orang yang baru dia kenal dijalan. Andra aneh, fikir gue.
Kartu nama perusahaan Andra udah ada di tangan gue. ngedenger gue nyari kerja banting tulang tapi ngga ada hasilnya, Andra nyaranin gue buat bikin lamaran ke perusahaannya yang kebetulan lagi open recruitment besar-besaran untuk cabang yang baru akan dibuka tahun depan.
Tapi pasti ngga gampang masuk perusahaan asing gini, fikir gue sambil megangin kartu nama yang dikasih Andra. Dan setelah beberapa saat gue mutusin buat nyoba ngelamar jadi karyawan minimarket yang akhir-akhir ini juga lagi buka banyak cabang.
“Anda kami terima”
Pernyataan singkat bapak Teddy itu bikin gue hampir loncat. Akhirnya gue keterima kerja. Meski cuman jadi karyawan mini market, tapi semoga aja besok lusa gue bisa pelan-pelan naik jabatan. Gue tersenyum sendiri.
“Terima kasih banyak pak”
Gue ninggalin ruangan pak Teddy dan berjalan pulang.
“Karna!!” seseorang manggil gue dari belakang.
Gue nengok dan mendapati Andra tengah berlari ke arah gue.
Kok dia ada disini?
“Lo dari mana?”
“Gue udah diterima kerja. Heheee” wajah gue berseri saat gue ngebagi kebahagiaan gue ini. Meski sama si aneh Andra.
“Kerja dimana?”
“Mini market tadi.”
“Tawaran gue ga lo ambil? Dan lo malah terima kerja jadi karyawan mini market??”
“Terserah gue dong. Eh makan yuk. Gue traktir”
Andra tersenyum sempurna dan mengangguk.
Gue terpaku. Andra, lo ganteng... bisik gue dalam hati.
“Yuk. Gue yang milih tempatnya yaa” andra narik tangan gue untuk mengikutinya.
Gue nyubit tangan Andra sekuat tenaga.
“AAWWW,...!!” teriak Andra.
“Lo mau ngerampok gue?? gue bukan orang kaya!!” gue hampir teriak ke telinga Andra.
“Gue yang traktir” ucapnya santai.
Andra ngebawa gue ke sebuah restoran sea food yang untuk masuknya aja gue takut. Gue semakin ngerasa Andra aneh. Entah apa yang ada diotak cowok ganteng ini. Sikap-sikapnya ngga bisa ditebak.
“Kar, lo masuk ke perusahaan gue aja... di mini market lo pasti kerja berat. Di perusahaan gue engga Kar,..”
“Ngga deh. Gue di mini market aja. Lagian kalo gue kerja keras gue pasti terus naik gaji, terus naik pangkat juga.”
Andra tersenyum lagi. kali ini sambil mandangin gue.
“Pemikiran lo simpel banget. Lo unik tau Kar,.”
“iya, apalagi kalo lo tau nama panjang gue”
“emang nama panjang lo apa?”
“karna tada cahaya. Lo tau apa artinya? Karena tiada cahaya alias gelap”
“Karna Tada Cahaya?? Keren banget nama lo Kar,.”
Kening gue mengkerut. Keren apanya?
“Gue ngga tau kenapa babeh sama umi gue ngasih nama aneh gitu. Padahal sikap mereka biasa aja kok sama gue. beda sama sikap orang lain ke gue..” intonasi suara gue melemah.
“Maksud lo?”
“Lo liat gue deh Ndra!! Gue jelek ya?”
Andra ngakak. Dia ketawa ennaakk banget. Bikin gue ngga enak hati. Kayaknya Andra lagi bilang kata iya dengan jelas.
“Ohhh jadi menurut lo gitu? Jangan-jangan lo ga mau kerja sama gue juga karna alasan ini. Iya??”
Gue menggeleng. “Bukan!!! Kalo soal itu bukan. Gue cuman ngerasa gue kan lulusan SMA yang ngga punya pengalaman jadi kalo buat kerja di perusahaan besar tempat lo kayaknya gue ngga berani. Gue bisa apa coba?”
“Lo fikir kerja cuman butuh keahlian? Ngga Kar. Kerja tuh cuman butuh satu hal yang lo sebutin tadi, kerja keras. Dengan kerja keras apapun yang lo ga bisa akhirnya akan lo kuasai. Keahlian aja ngga cukup. Dan satu lagi, gue juga lulusan SMA kok. Perusahaan besar malah lebih akan ngeliat kerja keras dibanding keahlian. Orang ahli juga kalo males tetep aja akan jadi sampah perusahaan.”
Gue terkesima. Detik ini gue liat di muka Andra kayak ada sinar terang yang mampu nerangin fikiran gue. Apa yang Andra bilang bener.
“Lo kok baik banget sih Ndra sama gue? lo orang yang paling cepet bisa deket sama gue. temen-temen gue ngga ada yang sebaik ini sama gue, segimanapun gue bikin mereka nyaman sama gue...”
Andra lagi-lagi tersenyum ngeliat gue.
“Mungkin kita jodoh,.” Ucap Andra santai.
Dan gue cuman diem tanpa tau apa yang Andra maksud dengan pernyataan singkatnya.
Gue make kemeja yang baru aja gue beli. Pake rok selutut dan sepatu yang cukup resmi kayak apa yang disaranin Andra. Ternyata Andra bener. Hari ini gue dipanggil ke perusahaannya buat wawancara. Gue seneng banget dan ngasih tau babeh sama umi tentang panggilan kerja di perusahaan besar yang pastinya bergengsi buat ukuran anak lulusan SMA kayak gue.
Selain babeh sama umi, gue juga ngasih tau Tara, Keke dan temen-temen gue yang lain. Kali ini gue ngerasa jadi orang yang paling beruntung dan bisa pamer ternyata seorang gue dengan nama “Karna Tada Cahaya” yang banyak orang artiin gelap juga bisa masuk perusahaan besar.
Gue berjalan pasti. Gue ngga akan ragu kali ini. Gue mau sukses kali ini. Ngga ada yang gue fikirin kecuali masuk ke perusahaan Andra dan bekerja keras disana. Gue mau sukses.
Semangat gue berkobar kayak lagi ngerayaian tujuh belas agustusan.
Hal pertama yang gue cari saat nyampe perusahaan Andra adalah toilet. Gue ngecek penampilan gue di cermin toilet. Gue cuman butuh percaya diri. Ucap gue mantap dalam hati.
“Karna Tada Cahaya,.”
Akhirnya nama gue dipanggil.
Memasuki ruangan kecil namun nyaman kemudian Berhadapan dengan seorang wanita dewasa yang gue rasa umurnya sekitar 30an.
“Saudari Karna?”
“Iya Bu,.”
“Saudari yakin bisa masuk perusahaan kami?”
Gue terhenyak. Intonasi suara itu, pedas dan menusuk.
“Iya Bu” gue masih optimis. Mungkin wanita di depan gue ini cuman nguji keberanian gue. kayak apa yang Andra bilang ke gue juga.
“Saya tidak yakin.” Masih dengan intonasi suara yang sama. Tapi kali ini dengan senyuman mematikan. “Anda tidak bisa saya tempatkan dimanapun. Bahkan untuk menjadi cleaning service.”
Hati gue sakit. Gue ngerti arah pembicaraan wanita ini.
“Karna saya jelek?” kali ini gue ngga mau ngabisin waktu lagi.
“Sepertinya anda lebih tau.”
Gue menggigit bibir bagian bawah, menahan tangis yang mungkin sedetik lagi akan tumpah. Harapan yang gue bangun susah payah. Kepercayaan diri yang gue yakinin setengah mati hancur dalam waktu 10 detik!!
“Kalau begitu terima kasih atas waktunya.” Wanita elegan itu menutup pertemuan kami.
“Terima kasih,.”
Gue berjalan cepat. airmata gue udah jatuh berserakan dipipi gue. hati gue serasa ditusuk-tusuk. Dan semangat gue meleleh kayak es yang dimasukin air panas.
Andra nunggu gue di depan pintu masuk. Saat gue keluar dengan berjalan cepat Andra berlari dan mengambil pergelangan tangan gue hingga langkah gue berhenti.
Gue masih belum mampu berbalik menghadapi Andra. Air mata gue semakin deras.
“Lo diterima kan?” senyum Andra menghiasi wajahnya. Tapi kemudian diikuti rasa kaget dan khawatir ia meraih pundak gue dan akhirnya wajah jelek gue dengan airmata dan muka merah dilihat Andra. Pemandangan buruk yang sempurna, fikir gue.
Andra tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya membawa gue dalam pelukannya. Membelai rambut gue lembut dan menyandarkan kepalanya diatas kepala gue.
Gue menangis disana. Gue kecewa, sakit hati, kesal!!
“Gue..”
“Jangan dulu cerita. Lo harus tenang. Itu dulu aja...”
Gue menikmati kerjaan gue jadi karyawan mini market. Setiap hati terlewatkan begitu cepat.
Andra sering mengunjungi mini market tempat gue kerja. Terkadang Andra beli sikat gigi, makanan, atau cuman sekedar dateng. Gue sempet pusing ngeliat Andra tiap hari bolak balik dateng ke mini market, tapi gue juga seneng karna dia selalu dateng.
Hari itu, berlalu begitu saja. Gue tenang di pelukan Andra. Dan Andra, sepertinya ngerasa bersalah. Dia meminta maaf dengan caranya, seperti ngunjungin gue tiap hari di mini market misalnya. Gue ngga nyalahin Andra sama sekali. Gue juga ngga akan menyesali apa yang udah terjadi. Dari kejadian itu gue tau kapasitas gue, dan gue akan bekerja keras demi menjadi lebih baik. Meski cuman di sebuah mini market kecil ini.
“Lo ngapain disini?” gue nemuin Andra di pintu belakang saat gue mau pulang.
“Jemput lo.”
Andra ngambil pergelangan tangan gue sekali lagi. kali ini gue ngerasa kayak ada tegangan tinggi yang tepat nyampe ke hati gue.
“Gue pegang tangan lo ya?”
Gue ngangkat alis.
“Kita jalan kaki sambil ngobrol.”
Gue mengangguk mengerti. Dan Andra menggenggam tangan gue.
“Gue minta maaf soal,..”
“Gak papa. Gue tau maksud lo baik. Makasih ya,..”
“Tadinya gue pengen kita sering ketemu, dengan tempat kerja yang sama. Tapi ternyata gue malah nyakitin lo. Nyampe lo nangis hebat gitu..”
“Udaahh ga usah dibahas.”
“Kalo gitu gue bahas yang lain gimana?”
“Apa?”
“Kita”
“Kita?”
Sebuah kecupan manis mendarat di kening gue.
“Jadi pacar gue Kar,..”
“Gue?”
Andra mengangguk. “Elo. Si jelek yang gue suka dari pertama ketemu. Si jelek yang bikin gue selalu kangen. Si jelek yang pelan-pelan gue sayang...”
“Lo bilang gue jelek saat lo nembak gue??”
Andra ngakak. “Iya, jelek!!”
Gue naik darah. “Bentar, lo bukan pemilik perusahaan besar tempat lo kerja sekarang kan?”
“Kenapa? Lo ngarep gue yang punya?”
“Kayaknya gue udah ngerasa lo kayak cowok kaya yang tiba-tiba jatuh cinta sama cewek miskin. Kayak di drama korea.”
“Kebanyakan nonton film siihhh. Gue cuman manajer disana. Ngga lebih. Dan ngga usah ngarepin lebih!!”
“Sayang banget..”
“Apa?”
“Engga.”
“Jadi?”
“Jadi apa?”
“Kar, lo nguji kesabaran gue???”
Gue tersenyum kemenangan. Dan mengangguk senang.


18 agt 2011
Yuliakula


Angkadu’s story


Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata anak angkadu, kurang lebihnya itu demi kelebay-an semata.hiw

Angkadu,.

Nama ini tertulis di gerbang masuk pondok kita semasa kita masih sama-sama duduk di kelas 2. Gue masih inget, waktu itu gue muhadhoroh dikelas rayon a deket wc. Hahaa jujur banget sih gue??. but its real. Ada yang inget?hee
Nama angkadu tersebar gitu aja dengan kepanjangan angkatan dua puluh. Anak cewek nyangka nama ini anak cowok yang buat karna nama ini emang ditulis pake kapur putih di gerbang rayon A yang dulunya emang cuman terbuat dari papan. Tapi setelah nama ini tersebar dan ada komunikasi tersembunyi diantara kita (cowok cewek), ternyata nama ini terlahir tanpa seorangpun yang ngaku kalo nama ini adalah karyanya. Atau, mungkin gue ngga cukup gaul untuk cuman sekedar tau siapa yang bikin nama ini. Mungkin! Hehew
Angkatan dua puluh bangga akan nama angkadu yang kita semua sepakat kalo nama ini sempurna dan hebat. Dengan segala kerja keras nama ini terus membesar hingga kami bangga sebagai angkadu. Meski dibalik nama besar ini, ada banyak nama yang hidup dengan ceritanya.
Disini, gue, yulianti alias ulil yang bangga jadi anak angkadu pengen ngebagi inspirasi yang gue dapet dari temen-temen hebat gue, keluarga sejati gue, guru kedua dalam hidup gue, yang akan selalu teguh sama motto gilla kita yaitu: bener atau salah, angkadu selalu bener!!!

Setahun pertama bisa dibilang perkenalan. Kita masih sama-sama culun kalo ngomongin masa ini. Ada yang pernah ngompol dikasur (gue sendiri), masuk kolam karna maen-maen waktu irsyadat buya(udah ketahuan lah ya siapa. hehe), ada yang mau bunuh diri ke kolam yang dalemnya ngga nyampese lutut, yang ngantuk waktu ngelewatin jembatan ampe kecebur waktu mau sahur, atau yang ngepel mundur ampe kecebur kolam juga. Mengenang cerita yang belum aja mulai ini bikin gue pengen ngumpul kalian lagi untuk mengenang tahun-tahun berikutnya ang... (angkadu maksud gue)
Cerita tahun pertama ngga akan lengkap kalo ngga nyeritain prestasi. Angkadu, untuk ukuran anak paling kecil udah lumayan banget kalo drama mini aja kita udah juara 3, tagoni juga (soalnya dulu masih beken), trus si jenius ella yang juga menang muhadhoroh. Woww fantastic baby!! (BIGBANGnya tetep eksis kkk)